AJI Palembang Dorong Penguatan Liputan Transisi Energi Lewat Media Sosial

TERJADI.id – Palembang | Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang bekerja sama dengan Yayasan Mitra Hijau menyelenggarakan pelatihan bertajuk Jurnalisme Energi: Pendalaman Isu dan Penguatan Hasil Liputan di Media Sosial, Kamis (31/7), di Fave Hotel Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh 30 jurnalis dari berbagai media di Sumatera Selatan, termasuk media cetak, daring, radio, dan komunitas jurnalis.

Pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran intensif seputar isu transisi energi yang berkeadilan. Selama satu hari penuh, para peserta mendapatkan materi mendalam, sesi praktik, hingga diskusi kelompok yang menekankan pentingnya penyampaian liputan energi secara strategis melalui kanal digital dan media sosial.

“Transisi energi bukan semata soal mengganti batu bara dengan energi terbarukan. Ini soal nasib pekerja, ekonomi lokal, konflik agraria, dan masa depan lingkungan. Jurnalis punya peran penting dalam membedah isu-isu ini agar publik teredukasi,” kata Ketua AJI Palembang, M. Fajar Wiko, dalam sambutannya.

Tiga narasumber utama mengisi pelatihan ini, yaitu Dr. Doddy S. Sukadri (Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Hijau), Hari Wibawa (Kabid Perekonomian dan Pembangunan Bappeda Sumsel), serta Yudi Thirzano (Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel). Masing-masing menyampaikan perspektif berbeda, mulai dari urgensi mitigasi perubahan iklim, kebijakan transisi energi daerah, hingga tantangan peliputan media.

“Sumsel masih bergantung pada energi fosil, terutama batu bara. Kontribusinya terhadap PDRB tinggi, tapi serapan tenaga kerjanya rendah. Transisi energi perlu dikawal semua pihak, termasuk media,” jelas Hari Wibawa.

Dalam sesi diskusi dan workshop, para peserta merancang ide liputan seputar energi dan berlatih strategi distribusi konten lewat media sosial seperti Instagram, X (Twitter), TikTok, hingga YouTube. Penguatan kanal ini dianggap krusial untuk memperluas jangkauan pesan-pesan penting terkait energi bersih.

Fasilitator pelatihan, Tasmalinda, menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa transisi energi di Sumsel adalah keniscayaan. “Potensi energi baru terbarukan di Sumsel mencapai 21.000 MW, namun baru sekitar 4,8% yang dimanfaatkan. Ini saatnya media mengambil peran sebagai penggerak literasi energi,” ujarnya. (DJ-rils)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *