Abdul & The Coffee Theory Sambut 20 Tahun Berkarya Lewat EP “One Day In Tokyo”

TERJADI.id – Jakarta | Perjalanan dua dekade Abdul & The Coffee Theory di industri musik Indonesia memasuki babak baru. Menjelang perayaan 20 tahun berkarya pada 2027 mendatang, Abdul bersama Afe Records memperkenalkan rangkaian karya terbaru dalam format EP bertajuk “One Day In Tokyo”.
EP tersebut tidak hanya menjadi penanda perjalanan panjang Abdul & The Coffee Theory. “One Day In Tokyo” juga menjadi ruang bagi Abdul untuk kembali bercerita tentang cinta, kehidupan, perjalanan, dan kebahagiaan. Karya ini diharapkan dapat menjadi teman bagi pendengar dalam menikmati berbagai momen sederhana di tengah kehidupan yang terus berubah.
Sebagai pembuka, single “One Day In Tokyo” dirilis pada 28 Agustus 2026. Lagu tersebut melanjutkan cerita romantis yang sebelumnya diperkenalkan melalui lagu “Mima”. Jika “Mima” menjadi bagian awal dari sebuah kisah, “One Day In Tokyo” membawa cerita tersebut menuju harapan, perjalanan, serta kemungkinan menemukan kembali kebahagiaan bersama seseorang yang berarti.
Menariknya, Abdul & The Coffee Theory menerapkan pola perilisan berbeda untuk proyek kali ini. Untuk pertama kalinya, mereka menggunakan konsep “estafet rilis”, yakni setiap lagu dalam EP dirilis secara bertahap dengan jarak sekitar dua minggu. Setelah “One Day In Tokyo”, rangkaian karya berikutnya dijadwalkan berlanjut dengan “Jangan Jahat” dan “Lollipop Love” pada September 2026, kemudian “Putar Balik” dan “Hanyaku” pada Oktober 2026.
Lima lagu tersebut nantinya menjadi satu kesatuan yang merepresentasikan perjalanan musikal dan emosional Abdul & The Coffee Theory dalam menyambut dua dekade eksistensinya. Bagi Abdul, momentum 20 tahun berkarya bukan sekadar kesempatan untuk bernostalgia, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan sesuatu yang baru bagi pendengar. Musik, cinta, dan kebahagiaan menjadi benang merah yang dibawa melalui EP tersebut.
“20 tahun berkarya bukan hanya tentang melihat ke belakang, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa terus memberikan sesuatu yang baru kepada pendengar,” menjadi semangat yang melandasi rangkaian karya ini. Abdul & The Coffee Theory melihat musik sebagai teman dalam berbagai situasi, mulai dari ketika seseorang jatuh cinta, mengingat orang terkasih, ingin bepergian, hingga sekadar menikmati momen bahagia tanpa alasan yang rumit.
Di tengah kehidupan yang dipenuhi tekanan, ketidakpastian, dan derasnya arus informasi, “One Day In Tokyo” hadir dengan pesan sederhana tentang kebahagiaan. Bagi Abdul & The Coffee Theory, musik tidak selalu harus memberikan jawaban atas persoalan besar. Terkadang, musik cukup menjadi teman yang menemani seseorang menikmati perjalanan hidup dan menemukan kembali alasan untuk tersenyum. (DJ/rils)